Batas Yang Tak Terlihat - Cerpen
Batas Yang Tak Terlihat - Cerpen Aku tidak tahu persis kapan semuanya mulai berubah. Yang aku tahu, dulu, jika ada satu nama yang akan langsung kutelepon saat aku sedang berada di puncak bahagia atau di dasar kehancuran, itu adalah Yuli. Kami bertemu saat kuliah, dua mahasiswi yang kebetulan duduk bersebelahan saat orientasi kampus. Aku tipe orang yang pendiam, kalem, dan lebih suka mengamati dari balik buku. Sebaliknya, Yuli adalah orang yang lincah, ceplas-ceplos, dan suka membicarakan apa saja. Tapi justru di situlah titik temu kami. Entah bagaimana, kami jadi saling melengkapi. Selama kuliah, kami seperti satu paket yang tak terpisahkan. Kami melewati malam-malam panjang mengerjakan tugas kuliah hingga subuh, berbagi sebungkus mi instan saat tidak punya uang, hingga menangis bersama saat patah hati. Yuli adalah orang yang akan memaki laki-laki yang menyakitiku seolah-olah dia sendiri yang disakiti. Sebaliknya, aku adalah rem bagi Yuli ketika hidupnya yang sering kali terlalu kenca...