Postingan

Di Saat Turun Hujan - Cerpen

Gambar
Di Saat Turun Hujan - Cerpen Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Jarum jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul tiga lewat empat puluh lima menit, lima belas menit lagi kelas pelatihanku selesai dan aku harus segera pulang dan sampai di rumah sebelum maghrib tapi di luar sana kulihat dari pintu yang terbuka hujan turun dengan derasnya. Kuhela nafas dalam-dalam dan kuhembuskan perlahan-lahan di dalam hatiku berkata, "Bagaimana aku pulang, aku tak membawa payung?" Tepat jam empat kelas pun selesai dan hujan masih turun dengan derasnya, satu persatu teman-teman pelatihanku keluar ruangan. Ada yang langsung pulang dengan jalan kaki menggunakan payung, ada yang memakai jas hujan atau mantel dan langsung kabur dengan sepeda motornya, ada yang dijemput oleh pasangannya atau oleh keluarganya dan ada pula yang memilih untuk menunggu redanya hujan di koridor depan kelas salah satunya itu adalah aku. Hampir satu jam menunggu di koridor namun belum ada tanda-tanda hujan

Dia Yang Kusayang (#3) - Cerbung

Gambar
Dia Yang Kusayang (#3) - Cerbung Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Rima tidak langsung menjawab dia terdiam sesaat, ada keraguan untuk mengatakan hal yang sebenarnya kenapa dia sampai diminta oleh orang tuanya untuk segera pulang. "Kok diam?" "Kalau Rima bilang terus terang apa Abang mau temani Rima pulang ke kampung?" "Kalau alasan Rima pulang kampung nanti sore memang sangat penting akan Abang usahakan untuk menemani Rima walau abang sudah ada janji penting sama teman nanti malam tapi kalau bisa ditunda sampai hari Sabtu atau Minggu Abang pastikan Abang bisa menemani Rima pulang." "Serius! Bang?" "Serius! Apa yang serius, Ma? Apa ada masalah yang serius di kampung?" Tanya Dani menegaskan. "Maaf, Bang. Maksud Rima apa Abang benaran serius mau menemani Rima pulang kalau pulangnya di hari Sabtu atau Minggu?" "Abang serius, Ma. Kalau Rima mau menunda pulangnya di hari Sabtu atau Minggu, Abang janji akan menema

Apakah Memang Dia? (#3) - Cerbung

Gambar
Apakah Memang Dia? (#3) - Cerbung  Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah "Ihh, Abang beneran minta dicubit lagi nih!" jawab Devi sambil menggerakkan tangan kanannya hendak mencubit kembali lengan Hermansyah. Hermansyah menjauhi lengannya agar tak tercubit oleh Devi. Tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan WhatsApp dari HP yang berada di dalam saku kiri depan celana Hermansyah. Tangan kiri Hermansyah langsung masuk ke saku celananya untuk mengeluarkan HP itu lalu dia menyapukan jari tangan kanannya untuk melihat isi pesan yang baru saja diterimanya, setelah membacanya Hermansyah langsung membalas pesan itu. Seketika Hermansyah sibuk dengan HP-nya sementara Devi hanya memandanginya. Ketika dilihatnya Hermansyah sudah menyimpan kembali HP-nya Devi langsung berkata, "Sekarang Bang Herman gak bisa mengelak lagi, barusan Abang chat sama dia kan?" "Dia? Dia siapa sih?" Jawab Hermansyah pura-pura bingung. "Udahlah Bang jangan pura-pura terus, Aba