Antara Yuli Dan Winda
Antara Yuli Dan Winda Terik matahari pukul dua siang di Kompleks Ruko Permata tidak pernah ramah. Aspal yang mulai retak memantulkan uap panas yang membuat pandangan sedikit berbayang. Di sebuah kios berukuran tiga kali empat meter yang pengap oleh bau timah panas, Bayu sedang berjibaku dengan sebuah laptop tua. Mesinnya tampak lebih berantakan daripada rambut Bayu yang sudah tiga bulan tidak kena gunting tukang cukur di bawah pohon waru. Di sebelah mejanya, hanya terpisah sekat kayu rendah yang catnya sudah mengelupas. Sekat yang cukup rendah sehingga Bayu bisa melihat puncak kepala Fanny tanpa harus berdiri. Fanny sedang asyik menata tumpukan kartu perdana dan kabel data yang berantakan. Dia memakai kaos oblong hitam bergambar kucing yang sedang tidur dengan tulisan "Loading..." di bawahnya. Rambutnya diikat asal-asalan dengan karet gelang warna kuning. Setelah selesai merapikan tumpukan kartu perdana dan kabel data tersebut, Fanny menghela napas panjang. Ia mengempaskan d...