Indah Atau Winda, Atau...? (#2)
Indah Atau Winda, Atau...? (#2) Winda merasa jantungnya seperti melompat dari tempatnya. Berdua aja? Damar ngajakin jalan berdua? Pikirannya mendadak kosong. Sisi emosionalnya menjerit senang, namun sisi introvert -nya langsung memicu alarm panik yang luar biasa. Berdua dengan Damar berarti dia harus berbicara, merespons, dan menatap cowok itu selama berjam-jam tanpa ada Sinta yang bisa dijadikan tameng penolong. "Gue..." Winda menelan ludah, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan. "Gue takut... malah bikin bosen, Mar. Gue kan nggak pinter ngomong." Damar tersenyum, sebuah senyuman tulus yang membuat dada Winda makin berdesir. "Siapa juga yang mau nyari temen debat, Win? Gue cuma mau jalan bareng lu. Kalau lu nggak mau ngomong, ya kita muter-muter sambil diem-dieman aja juga nggak apa-apa. Gimana?" Winda terdiam cukup lama, menimbang-nimbang antara ketakutannya dan rasa sukanya yang sudah menahun pada Damar. Akhirnya, dengan anggukan yang sangat pelan, ...