Cara Paling Bodoh Merindukan Seseorang
Cara Paling Bodoh Merindukan Seseorang Arief menatap layar ponselnya yang berpendar di tengah remang pencahayaan kafe Kopi Senja . Jarum jam dinding di atas meja barista baru saja melewati angka delapan malam. Di hadapannya, secangkir caffè latte yang mulai kehilangan uap panasnya tampak kesepian. Biasanya, ada cangkir kedua di seberang meja, sebuah matcha latte dengan taburan bubuk kayu manis di atasnya. Namun malam ini, kursi kayu di depan Arief kosong melompong. Sudah empat hari, tiga jam, dan dua puluh menit sejak pertengkaran hebat itu terjadi. Arief masih ingat betul bagaimana nada suara Dinda meninggi sebelum akhirnya perempuan itu meraih tas selempangnya, berdiri, dan melangkah keluar dari kafe ini tanpa menoleh lagi. Pemicunya sebenarnya sepele, hanya masalah perbedaan jadwal liburan dan ego Arief yang menolak untuk mengalah sedikit saja. Namun, dampaknya seperti bom yang meluluhlantakkan komunikasi yang sudah mereka bangun selama dua tahun. Arief menghela napas panjang. Jempo...