Simfoni Sunyi Di Ujung Mimpi
Simfoni Sunyi Di Ujung Mimpi Udara malam di balkon apartemen lantai dua belas itu terasa dingin, membawa serta aroma sisa hujan yang turun sore tadi. Di dalam ruangan, lampu kekuningan memantul lembut di atas lantai, menyinari empat orang manusia yang terjebak dalam labirin perasaan mereka sendiri. Mereka adalah Yudha, Dian, Raya, dan Luna. Empat jiwa yang disatukan oleh meja pertemanan yang sama, namun dipisahkan oleh dinding tak kasat mata bernama rahasia. Yudha berdiri di sudut ruangan, memegang gelas berisi air dingin yang butir-butir airnya meleleh di permukaannya. Tatapannya tidak lepas dari sosok Dian yapng sedang duduk di sofa panjang, tertawa renyah mendengarkan lelucon yang dilontarkan oleh Raya. Raya, dengan segala pesona dan kepercayaan diri yang tinggi, sedang memamerkan rancangan bisnis terbarunya di atas layar tablet. Di sisi lain ruangan, agak jauh dari keramaian kecil itu, Luna duduk terpaku di kursi rotan membaca sebuah buku tebal, meski matanya sejak tadi hanya mena...