Postingan

Transit Singkat Di Kepala

Gambar
Transit Singkat Di Kepala Malam, gerimis sisa sore tadi menyisakan titik-titik air yang merayap lambat di kaca jendela ruang kerja Hermansyah. Rumah itu sunyi, tetapi di dalam kepala Hermansyah, suaranya justru berdengung nyaring bagaikan pasar malam yang tak kunjung tutup. Hermansyah menatap layar ponselnya yang berpendar terang di atas meja kayu jati tua. Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk permukaan meja secara berirama, sebuah kebiasaan yang kerap muncul manakala benaknya sedang berkelana jauh melampaui batas ruang fisik tempat ia berada. Di hadapannya, secangkir kopi hitam yang mengepulkan uap tipis sudah beberapa menit dibiarkan begitu saja. Ponselnya menampilkan sebuah grup WhatsApp bernama "Warung Obrolan", tempat ia dan tiga orang sahabat karibnya, Yuli, Syarief, dan Ningsih biasa melontarkan apa saja, mulai dari urusan sepele hingga renungan malam yang kadang membuat pusing tujuh keliling. Hermansyah sudah beberapa menit menatap kolom percakapan itu, tidak ada pesan ba...

Ilusi Musuh Dalam Cermin

Gambar
Ilusi Musuh Dalam Cermin Langit Jakarta belum sepenuhnya terang ketika aku mengeluarkan motor matik dari teras kontrakan. Pukul lima pagi adalah waktu di mana dunia terasa begitu sunyi, hingga deru motorku sendiri terdengar seperti gema yang memantul dari dalam kepala. Kepalaku terasa ringan, melayang, seolah kesadaranku tertinggal di suatu tempat dan hanya menyisakan tubuhku yang bergerak otomatis di atas aspal Aku, seorang kurir pengiriman dengan jaket parasut hijau yang sudah pudar warna aslinya, memeriksa ban motor. Tanganku yang kasar meraba karet ban luar yang sudah mulai botak. Di kepalaku, tanpa diundang, sebuah suara kecil berbisik: "Kalau ban ini meletus di tengah jalan atau saat bawa barang berat, dari mana uang buat ganti? Uang di dompetmu hanya cukup untuk makan hari ini." Aku menggelengkan kepala pelan, mencoba menepis pikiran itu, menyalakan mesin motor yang batuk-batuk dua kali sebelum akhirnya menderu konstan. Aku adalah tipe pria yang sedikit bicara. Di jala...

Senyum Janda Memang Menggoda, Tapi,..? (#3)

Gambar
Senyum Janda Memang Menggoda, Tapi,..? (#3) Dua hari setelah makan malam di kawasan Kemang, ritme di dalam rumah Nadia terasa bergeser ke arah yang lebih hidup. Pagi itu, Lila asyik menorehkan krayon warna-warni di atas kertas gambar di lantai ruang tamu. Sekar tampak serius merancang tata letak desain di laptopnya dekat meja makan, sementara Nadia sendiri sibuk di area dapur menyiapkan sarapan. "Ibu!" panggil Lila dengan suara nyaring. Nadia menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh ke arah sumber suara. "Ya, sayang?" "Lihat gambar Lila!" Lila mengangkat kertas gambarnya tinggi-tinggi. Nadia melangkah mendekat, tersenyum mendapati goresan tangan putrinya yang menggambarkan enam orang berdiri berjajar di depan sebuah rumah minimalis. "Wah, ini siapa saja?" tanyanya lembut. Satu per satu sosok ditunjuk oleh jemari mungil Lila. "Ini Lila, ini Ibu, dan ini Tante Sekar." Sekar yang mendengar namanya disebut, menghampiri mereka. Giliran t...

Ketika Ikhlas Belum Selesai

Gambar
Ketika Ikhlas Belum Selesai Hujan turun sejak sore dan baru berhenti menjelang azan Isya berkumandang. Hermansyah duduk sendirian di teras rumah, membiarkan udara dingin menyentuh wajahnya. Di tangannya, ponsel menyala. Ia tidak sedang menunggu pesan dari siapa pun, hanya menggulir layar tanpa tujuan, sampai akhirnya ia membuka aplikasi WhatsApp dan melihat pembaruan. Sebuah lingkaran hijau mengelilingi foto profil Yuli yang menandakan dia membuat status. Hermansyah menatap sebentar lalu membukanya. Yuli termasuk orang yang jarang membuat status bernada pribadi, biasanya hanya foto makanan, pemandangan, atau kalimat pendek, tetapi malam itu berbeda. Status Yuli berbicara tentang keikhlasan. Tentang menerima sesuatu yang tidak bisa diubah. Tentang bagaimana manusia kadang mengatakan dirinya sudah ikhlas, padahal di dalam hati masih ada pertanyaan yang belum selesai. Hermansyah membacanya dua kali, kemudian tiga kali. Ia mengernyitkan dahi. Ada sesuatu yang terasa terlalu personal. Ia ta...