Bukan Tentang Lima Tahun
Bukan Tentang Lima Tahun Aroma apek langsung tercium saat Nia membuka pintu kamar kos Lisa di daerah Karet Kuningan. Kamar berukuran 3×4 meter itu tampak sangat berantakan. Pakaian kotor menumpuk di keranjang hingga meluap, bungkus bekas makanan instan berceceran di lantai, dan gorden jendela ditutup rapat hingga membuat suasana siang hari terasa seperti tengah malam. Nia menggeleng-gelengkan kepala melihat kondisi Lisa. Sahabatnya sejak masa orientasi kampus itu sedang berbaring di tempat tidur, berselimut hingga ke leher padahal pendingin ruangan dalam keadaan mati. Matanya sembap bagaikan orang yang habis dipukuli, rambutnya acak-acakan, dan tubuhnya terlihat sangat kurus hanya dalam waktu seminggu. "Udah, Lis, jangan kayak orang mati lampu begini," kata Nia sambil menaruh tasnya. Nia langsung berjalan ke arah jendela lalu menyibak gorden berwarna abu-abu tersebut. Cahaya matahari siang yang terik seketika menerobos masuk, membuat kamar yang tadinya remang-remang kini ter...