Ilusi Musuh Dalam Cermin
Ilusi Musuh Dalam Cermin Langit Jakarta belum sepenuhnya terang ketika aku mengeluarkan motor matik dari teras kontrakan. Pukul lima pagi adalah waktu di mana dunia terasa begitu sunyi, hingga deru motorku sendiri terdengar seperti gema yang memantul dari dalam kepala. Kepalaku terasa ringan, melayang, seolah kesadaranku tertinggal di suatu tempat dan hanya menyisakan tubuhku yang bergerak otomatis di atas aspal Aku, seorang kurir pengiriman dengan jaket parasut hijau yang sudah pudar warna aslinya, memeriksa ban motor. Tanganku yang kasar meraba karet ban luar yang sudah mulai botak. Di kepalaku, tanpa diundang, sebuah suara kecil berbisik: "Kalau ban ini meletus di tengah jalan atau saat bawa barang berat, dari mana uang buat ganti? Uang di dompetmu hanya cukup untuk makan hari ini." Aku menggelengkan kepala pelan, mencoba menepis pikiran itu, menyalakan mesin motor yang batuk-batuk dua kali sebelum akhirnya menderu konstan. Aku adalah tipe pria yang sedikit bicara. Di jala...