Debat Kusir Jumat Berkah
Debat Kusir Jumat Berkah Jarum jam di dinding ruang divisi marketing baru saja menunjuk pukul 10.45 WIB. Suasana di dalam ruangan ber-AC sentral itu tampak sibuk. Suara ketukan keyboard dari laptop dan suara printer berpadu dengan dengung halus pendingin ruangan. Hermansyah menghela napas pelan sambil meregangkan otot-otot lehernya yang terasa agak kaku. Sejak absensi masuk pukul 08.00 pagi tadi, Hermansyah langsung berkutat tanpa jeda dengan draf laporan bulanan yang menyita konsentrasinya. Kini, setelah laporan itu tuntas dikirim ke email manajer, ia merasa berhak mengambil jeda sejenak. Tangannya secara otomatis merogoh saku celananya, mengambil ponsel pintar berlayar sentuh. Ibu jarinya bergerak lincah membuka kunci layar, lalu mengetuk ikon aplikasi hijau berlogo gagang telepon. Tanpa sadar, matanya beralih ke tab Status. Ada puluhan lingkaran kecil hijau yang menunjukkan status baru dari kontak-kontaknya. Jari Hermansyah menggulir layar ke bawah hingga matanya berhenti pada satu...