Winda Bukan Indah
Winda Bukan Indah Orang-orang melewatinya tanpa banyak berpikir. Ada yang mengira itu sekadar coretan iseng di papan pengumuman desa. Ada juga yang menganggap itu pesan rahasia anak-anak sekolah. Tapi bagi Winda , kalimat itu seperti bayangan yang terus mengikutinya. Sejak pindah ke desa kecil itu, semua orang memandangnya dengan cara yang aneh. Tatapan ragu, senyum setengah hati, bahkan beberapa kali ia dipanggil dengan nama yang bukan namanya. "Indah… eh, maaf," panggil seorang ibu di warung suatu sore. Awalnya Winda hanya tertawa kecil. Kesalahan biasa, pikirnya. Namun semakin lama, ia merasa kesalahan itu seperti sesuatu yang disengaja. Hingga suatu hari, Winda memberanikan diri bertanya pada penjaga keamanan desa, satu-satunya orang yang tampak tidak pernah salah memanggil namanya. "Memangnya siapa Indah?" tanya Winda pelan. Penjaga keamanan itu diam cukup lama, lalu berkata, "Orang yang dulu tinggal di rumahmu." Jantung Winda berdegup lebih cepat dar...