Senyum Janda Memang Menggoda, Tapi,..? (#3)
Senyum Janda Memang Menggoda, Tapi,..? (#3) Dua hari setelah makan malam di kawasan Kemang, ritme di dalam rumah Nadia terasa bergeser ke arah yang lebih hidup. Pagi itu, Lila asyik menorehkan krayon warna-warni di atas kertas gambar di lantai ruang tamu. Sekar tampak serius merancang tata letak desain di laptopnya dekat meja makan, sementara Nadia sendiri sibuk di area dapur menyiapkan sarapan. "Ibu!" panggil Lila dengan suara nyaring. Nadia menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh ke arah sumber suara. "Ya, sayang?" "Lihat gambar Lila!" Lila mengangkat kertas gambarnya tinggi-tinggi. Nadia melangkah mendekat, tersenyum mendapati goresan tangan putrinya yang menggambarkan enam orang berdiri berjajar di depan sebuah rumah minimalis. "Wah, ini siapa saja?" tanyanya lembut. Satu per satu sosok ditunjuk oleh jemari mungil Lila. "Ini Lila, ini Ibu, dan ini Tante Sekar." Sekar yang mendengar namanya disebut, menghampiri mereka. Giliran t...