Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Hanya Fiksi, Tapi...

Gambar
Hanya Fiksi, Tapi... Pagi itu, Irwan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Ia mengenakan kemeja batik yang sudah disetrika rapi oleh Yuli , istrinya. Sebelum meninggalkan rumah, ia mengambil dompet dari atas meja dan membukanya. Ia melihat foto Yuli yang sedang tersenyum manis. Yuli memperhatikannya dari dapur sambil tersenyum kecil. "Masih bawa foto itu, ya?" ucapnya, sambil menyajikan segelas teh hangat untuk Irwan. Irwan tersenyum balik. "Tentu saja. Kamu tahu, ini senjata rahasiaku di kantor," jawabnya sambil menyimpan dompet ke dalam saku celananya. Hari itu, seperti biasa, kantor tempat Irwan bekerja penuh dengan rutinitas. Di mejanya, Irwan menghadapi tumpukan laporan yang belum selesai. Saat sedang mengerjakan sebuah laporan, Adi, Deni, dan Yudhi, rekan-rekan kerjanya, datang. Mereka ingin mengajaknya makan siang bersama. "Wan, ayo makan siang dulu. Jangan serius-serius amat kerja terus, nanti tua sebelum waktunya," ujar Adi sambil tertawa kecil. Irw...

Ratih, Secantik Dewi Ratih

Gambar
Ratih, Secantik Dewi Ratih Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Jumat pagi hujan turun begitu derasnya. Aku melihat jam tanganku, sudah hampir jam tujuh. Tak mungkin lagi aku menunda untuk berangkat kerja karena hari ini akan ada pejabat penting yang datang. Kubuka pintu mobil. Hawa dingin dari AC yang kuhidupkan berembus keluar. Setelah duduk di kursi pengemudi dan menutup pintu serta mengenakan sabuk pengaman, mobil pun kukeluarkan dari garasi rumah. Mobil kujalankan dengan pelan-pelan dan hati-hati. Maklum, jalan di depan rumahku tidak begitu lebar. Dari rumahku ke jalan raya tidaklah begitu jauh, kurang lebih dua ratus meter. Setelah melewati satu tikungan ke kanan, akan bertemu dengan jalan raya yang akan membawaku menuju tempat kerjaku. Di jalan raya, aku menjalankan mobilku tidak begitu kencang karena hujan masih turun dengan derasnya, membuat pandangan tak begitu jelas. Tak jauh dari persimpangan, di depan sebuah toko yang masih tutup, tampak seorang wanita melambai...

Antara Cinta Dan Sahabat

Gambar
Antara Cinta Dan Sahabat Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah "Dari mana, Fan?" tegur Bu Lisa ketika berpapasan denganku di bordes tangga. Saat itu aku hendak  naik ke lantai tiga dan dia hendak turun ke lantai dasar. Bu Lisa berstatus guru PNS. Usianya berbeda belasan tahun denganku. Dia mengajar dan menjadi wali kelas di Kelas IV di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Jakarta. Tempat aku mengajar olahraga dan berstatus guru honorer. "Dari tadi, Bu," jawabku sekenanya. "Dih... Ditanya serius malah dijawab bercanda, aku jitak juga nih," sambil menggerakkan tangannya seolah-olah ingin menjitak kepalaku. "Hahaha... Maaf, Bu... Maaf, jangan jitak aku... Hahaha," ucapku sambil membungkukkan badan dengan kedua telapak tangan disatukan di depan dada. "Dasar bocah gelo." "Aku dari kantin, habis makan mie," jawabku serius. "Makan mie melulu kamu, Fan, nanti ususmu kusut lho. Eh iya, tadi kamu dicari sama Pak Arman." ...

Dia Yang Sudah Lama Tertidur

Gambar
Dia Yang Sudah Lama Tertidur Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Sedang asyik-asyiknya Dani bermain game C.O.P sambil menunggu waktu pulang kerja, tiba-tiba ada telpon masuk dari nomor tak dikenal. Dani pun menggerutu panjang pendek, "Siallllll... Siapa sih ini yang menelepon menganggu keasyikan orang bermain game saja." Dani hanya memandangi layar ponselnya, ia tak merespon panggilan tersebut. Tak sampai lima detik panggilan itu terputus. "Di jaman menelepon sudah murah, masih ada saja yang hanya missed call ," sambil tertawa Dani berkata dalam hati. Dani kembali hendak melanjutkan bermain game C.O.P yang terhenti, namum belum sempat ia melanjutkannya. Nomor tak dikenal itu kembali menelepon, dan seperti sebelumnya, panggilannya sudah diputus kurang dari lima detik. Hal itu ia dilakukannya sampai enam kali, mungkin dia berpikir akan ditelepon balik. "Jangankan enam kali, seratus kali di - missed call pun, nggak bakalan saya telepon balik. Jangan...

Pertengkaran Di Sore Hari

Gambar
Pertengkaran Di Sore Hari Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Sore hari selepas jam kerja, aku tak langsung pulang. Aku pergi ke sebuah warung kopi  sederhana yang menjadi langgananku. Warung itu hampir sebulan tak kukunjungi karena disibukkan oleh pekerjaan yang menumpuk dan tak ada habisnya. Warung kopi itu berada di pinggir jalan, di bawah sebatang pohon mangga, yang lokasinya tak begitu jauh dari tempatku bekerja. Walaupun sederhana, warung kopi itu menjadi tempat favoritku untuk melepaskan penat setelah berkerja seharian. Pemilik warung kopi itu adalah lelaki berumur lima puluh tahunan bernama pak Agus. Aku sudah akrab dengannya, bahkan sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri. Tak seperti biasanya, warung kopi itu yang biasanya ramai di sore hari, sore itu tampak sepi. Tak ada satu pun pengunjungnya. Aku hanya melihat Pak Agus sedang duduk sendirian di dalam warungnya. "Assalamu'alaikum," ucapku memberi salam ketika sampai di depan warung kopi itu. ...

Di Saat Turun Hujan

Gambar
Di Saat Turun Hujan Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Jarum jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul tiga lewat empat puluh lima menit. Lima belas menit lagi kelas pelatihanku selesai. Aku harus segera pulang dan sampai di rumah sebelum Magrib. Namun di luar sana, kulihat dari pintu yang terbuka, hujan turun begitu derasnya. Kuhela napas dalam-dalam dan kuhembuskan perlahan-lahan. Dalam hatiku berkata, "Bagaimana aku pulang? Aku tak membawa payung?" Tepat jam empat, kelas pun selesai, dan kulihat hujan masih turun dengan derasnya. Satu persatu teman pelatihanku keluar ruangan. Ada yang langsung pulang berjalan kaki menggunakan payung; ada yang memakai jas hujan atau mantel dan langsung pergi dengan sepeda motornya; ada yang dijemput oleh pasangannya atau oleh keluarganya; dan ada pula yang memilih menunggu redanya hujan di koridor depan kelas, sepertiku. Hampir satu jam menunggu di koridor, namun belum ada tanda-tanda hujan akan mereda. Aku mulai resah dan...

Nurul, Si Gadis Kecil

Gambar
Nurul, Si Gadis Kecil Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah "Kok Adik kecil tidak ikut makan?" bertanya seorang lelaki kepada gadis kecil yang duduk di sampingnya ketika ia sedang asyik menikmati sarapan di warung Bu Wiwi, warung nasi sederhana di seberang sebuah sekolah di mana ia sering makan untuk sarapan. Gadis kecil itu mengenakan kaus olahraga berwarna putih dengan warna biru di bagian lengannya, dan di punggung kausnya tertera tulisan nama sebuah Sekolah Dasar Negeri. Gadis kecil itu datang bersama dua orang temannya yang duduk di sampingnya dan kini sedang asyik menikmati nasi beserta lauknya. Gadis kecil itu duduk membelakangi meja warung, matanya yang bening menatap ke arah sekolah, kedua tangannya memegangi tepian bangku sedangkan kedua kakinya diayun-ayunkan. "Masih kenyang, tadi saya sudah makan, Bang," jawabnya. Lelaki itu menghentikan makannya, lalu ia memperhatikan tingkah si gadis kecil yang ada di sampingnya, dan kembali ia bertanya, ...

O.D.O.P

Gambar
O.D.O.P Sumber gambar google.com diedit oleh Hermansyah Sabtu sore, di sebuah rumah di bilangan Jakarta Barat, Hermansyah dan Ningsih  tampak sedang asyik berbincang-bincang dan bercanda mesra di teras depan. Ketika mereka sedang asyik mengobrol, sebuah panggilan telepon via WhatsApp masuk ke handphone Hermansyah.  Jaey , teman blogger-nya menelepon. Hermansyah langsung mengangkatnya, berbicara sebentar, lalu menutupnya kembali. Jaey hanya menawarkan sesuatu yang cukup dijawab dengan "iya" saja, dan Hermansyah memang lagi tak ingin berbicara panjang lebar karena ia sedang asyik berbicara dengan Ningsih, kekasih hatinya. Setelah Hermansyah mengakhiri pembicaraannya dengan Jaey, Ningsih pun bertanya, "Telepon dari siapa, Bang?" "Dari teman abang, si Jaey. Tadi dia nawarin abang untuk ikutan acara ODOP." "Abang mau? "Tadi sih abang bilang iya, tapi sebenarnya, abang malas buat ikutan acara itu." "Kenapa malas, Bang. Apa acaranya kurang men...